Kamis, 03 Mei 2012

Pembuahan in vitro



PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Istilah Bioteknologi untuk pertama kalinya di kemukakan oleh Karl Ereky, seorang insinyur Hongaria pada Tahun 1917. Bioteknologi tidak hanya berkembang pada akhir – akhir ini saja, bioteknologi telah dimanfaatkan sejak ribuan tahun yang lalu di segala bidang seperti industri pangan, obat – obatan, pertanian, kesehatan, dan pengelolaan di lingkungan, di masa lalu bioteknologi dilakukan secara sederhana. Perkembangan yang pesat baru terjadi setelah diketahui mikroorganisme melakukan fermentasi yang di plopori oleh Louis Pasteur sehingga beliau mendapat julukan sebagai bapak bioteknologi.
Bioteknologi dalam bidang pertanian
1.      Penanaman secara hidroponik
Hidroponik merupakan pengerjaan air atau bekerja dengan air. Dalam praktiknya hidroponik dilakukan dengan berbagai metode, tergantung media yang digunakan.
2.      Penanaman secara Aeroponik
Aeroponik adalah pemberdayaan udara. Sebenarnya aeroponik merupakan tipe hidroponik atau memberdayakan air, karna air yang berisi larutan unsur hara disemburkan dalam bentuk kabut hingga mengenai akar tanaman.
In Vitro mengacu pada studi di biologi eksperimental yang dilakukan menggunakan komponen dari organisme yang telah diisolasi dari konteks yang biasa biologis mereka untuk membuat analisa yang lebih rinci atau lebih nyaman daripada yang dapat dilakukan dengan organisme keseluruhan, biasa disebut sebagai “percobaan tabung reaksi”. Percobaan In vitro meliputi:
a.       Sel Berasal dari organisme multiseluler (kultur sel atau kultur jaringan)
b.      Komponen subseluler (misalnya mitokondria atau ribosom)
c.       Ekstrak seluler atau subbseluler (misalnya gandum atau retikulosit ekstrak)
d.      Molekul dimurnikan dalam tabung tes (protein, DNA atau RNA)
Contoh dalam pekerjaan vitro
-          Polymerase chain reaction adalah metode untuk replikasi secara selektif dan spesifik dan urutan RNA dalam tabung tes.
-          Pemurnian protein melibatkan isolasi protein tertentu yang menarik dari campuran kompleks dari protein, sering diperoleh dari sel atau jaringan homogen.
-          In Vitro fertilisasi digunakan untuk memungkinkan spermatozoa untuk membuahi telur dalam wadah budaya sebelum menanamkan embrio yang dihasilkan.
-          In Vitro diagnostik mengacu pada berbagai tes laboratorium medis untuk mendiagnosa penyakit.

B.     Tujuan
-         Untuk mengetahui pengertian dan proses Pembuahan In Vitro pada Tanaman.


PEMBUAHAN IN VITRO

A.    Penyerbukan
Penyerbukan didefinisikan sebagai peristiwa pemindahan atau jatuhnya pollen dari anther pada kepala putik (stigma) baik pada bunga yang sama atau bunga lain yang masih dalam satu spesies. Jika pollen sesuai (compatible), pollen akan berkecambah pada kepala putik dan membentuk sebuah tabung pollen yang akan membawa gamet jantan pada gametofit betina. Suatu senyawa protein tertentu pada awal pembentukan pollen yang disebut Lectin, terdapat di dalan exine dan intine. Lectin berperan penting dalam mekanisme mengenali antara putik-pollen. Namun bila pollen tidak sesui (incompatible), perkecambahan pollen akan terhambat atau pertumbuhan tabung pollen akan tertahan dalam jaringan pemindah. Ketidaksesuaian dapat diwujudkan dalam jaringan baik kepala putik maupun stylus pada berbagai fase sebelum pembuahan (fertilisasi). Karena adanya ketidaksesuaian antara pollen dan stigma maka pekerjaan pemuliaan tanaman adalah mengatasinya agar tetap bisa berlangsung fertilisasi, dengan mengembangkan beberapa metode, antara lain:
1) Polinasi kuncup
2) Polinasi tertunda
3) Polinasi invitro
4) Polinasi intra ovari
Pemanjangan tabung pollen adalah tetap untuk setiap spesies. Ketika butir pollen siap dipencarkan, pollen ini dalam keadaan dormansi dengan kadar air antara 10-15% hampir mirip dengan biji. Pada Gramineae mempunyai umur pollen yang relatif pendek, misalnya pollen Paspalpum akan kehilangan viabilitasnya setelah 30 menit. Kebanyakan pada tanaman berbunga pollen akan mengalami penurunan secara drastis setelah 12 jam mengalami dehiscence. Namun viabilitas pollen dapat diperpanjang dalam keadaan artifisial yaitu bila disimpan pada temperatur dan kelembaban yang rendah.
Pollen akan segera berkecambah setelah beberapa menit dilepas oleh anther, bila ketersediaan dari air, garam anorganik tertentu, termasuk boron dan sumber energi seperti sukrose cukup. Tabung pollen akan masuk ke dalam stigma melalui diantara sel-sel jaringan pemindah di dalam stylus dan akhirnya mencapai ovul. Waktu yang diperlukan pollen untuk mencapai ovul antara 12-24 jam. Waktu yang digunakan untuk proses tersebut setiap spesies tidak sama, seperti pada Taraxacum diperlukan 15 menit sedangkan pada pohon Quercus memerlukan waktu 14 bulan.

B.     Pembuahan
Pembentukan buah dimulai dengan adanya proses penyerbukan yang meliputi pengangkutan polen dari benang sari (stamen) ke putik (pistillum) dan jatuhnya butir-butir polen di atas kepala putik (stigma). Selanjutnya, polen akan berkecambah dan membentuk tabung polen untuk mencapai bakal biji (ovule). Peristiwa bertemunya polen (sel jantan) dengan bakal biji (sel telur) di dalam bakal buah (ovary) disebut pembuahan (fertilisasi).
Kepala putik yang telah masak biasanya mengeluarkan lendir yang mengandung larutan gula dan zat yang diperlukan untuk perkecambahan polen. Polen yang normal akan berkecambah dengan terlebih dahulu menyerap air dan zat – zat lain yang terdapat pada media, kemudian polen akan mengembung, sehingga pori pada polen akan pecah dan mengakibatkan polen berkecambah. Butir polen akan membelah secara mitosis menjadi dua buah inti yaitu inti vegetatif (tube nucleus) dan inti generatif (inti sperma). Pada saat mulai berkecambah inti generatif membelah diri menjadi dua inti sperma, sehingga dalam tabung polen terdapat dua buah inti sperma (sperm nuclei) dan satu inti vegetatif. Pertumbuhan tabung polen seluruhnya diatur oleh inti vegetatif, sedangkan kedua inti sperma bertugas untuk melakukan pembuahan di dalam bakal biji. Polen yang berkecambah di atas kepala putik akan tumbuh memanjang ke bawah dan masuk ke dalam saluran tangkai putik (canalis stylinus) menuju ruang bakal buah (ovarium) sampai ujungnya dapat menyentuh kantung embrio (saccus embryonalis). Dengan demikian, tabung polen harus lebih panjang daripada tangkai putik. Pada umumnya pertumbuhan tabung polen pada saluran tangkai putik berjalan lambat. Untuk mencapai ruang bakal buah biasanya diperlukan waktu antara 5 – 60 jam dan kadang-kadang mencapai lima hari atau lebih (Darjanto dan Satifah, 1990).




Gambar. Proses Pembuahan pada Spesies Tanaman Angiospermae; a) Sel Induk Kandung Embrio Berisi Satu Inti, b) Pembelahan 1x Menghasilkan Dua Inti, c) Pembelahan 2x Menghasilkan 4 Inti, d) Tiga Inti Mati dan Sisa Satu Inti, e) Subuah Inti yang Hidup akan Membelah Diri, f) Pembelahan 1x Menghasilkan 2 Inti, g) Pembelahan 2x Menghasilkan 4 Inti, h) Pembelahan 3 Inti Menghasilkan 8 Inti, i) Delapan Inti Mengatur Diri menjadi Tiga Kelompok, j) Dua Inti Sperma dari Polen akan Melakukan Pembuahan, k) Peristiwa Pembuahan, l) Pembentukan Embrio (em) dan Endosperm (end), m) Biji yang Memiliki Embrio (em), Endosperm (end) dan Nucellus (nu) (Darjanto dan Satifah, 1990).
Gagalnya pembuahan disebabkan oleh polen dan sel telur yang mandul atau polen tidak cocok bergabung dengan sel telur. Dalam pembuahan, disamping polen dan inti sel telur harus sehat dan subur, polen juga harus mempunyai daya tumbuh atau kecepatan tumbuh tabung polen yang tinggi (Darjanto dan Satifah, 1990).

Faktor luar yang dapat menghambat penyerbukan dan pembuahan, diantaranya:
1. tidak adanya perantara untuk melakukan penyerbukan (angin, serangga, air, manusia),
2. hujan lebat yang dapat mengakibatkan butiran polen berlekatan dan menjadi gumpalan yang berat sehingga sulit untuk meninggalkan antera, bahkan akan mengakibatkan polen berkecambah, jika cuaca berubah menjadi panas maka polen tersebut akan mengering dan kehilangan daya tumbuhnya, disamping itu bunga yang basah merupakan sarang penyakit dan akan mudah busuk,
3. polen yang melakukan penyerbukan mempunyai mutu rendah (rusak, mandul) atau kepala putik cacat dan tidak sehat (Darjanto dan Satifah, 1990).

Pada tumbuhan Angiospermae, dua gamet jantan dibawa oleh tabung pollen untuk terjadinya proses fertilisasi. Satu gamet akan melebur dengan inti telur membentuk embrio dan yang lain melebur dengan dua inti kutub membentuk endosperm. Proses ini dikenal sebagai pembuahan ganda. Persilangan sexual suatu cara yang potensial untuk memproduksi tanaman yang superior dengan mengkombinasikan sifat-sifat dalam individu yang berbeda atau spesies atau bahkan genera yang berbeda. Persilangan antar spesies atau takson di atasnya dapat dilakukan dengan salah satu teknik seperti artifisial polinasi dari induk betina dengan pollen dari induk jantan terseleksi.
Tujuan utama program pemuliaan tanaman sampai saat ini adalah untuk meningkatkan hasil (produktivitas) tanaman melalui perbaikan karakter-karakter tanaman dalam kondisi lingkungan pertanaman yang normal maupun cekaman lingkungan. Untuk mencapai tujuan di atas, pemulia menempuh langkah-langkah seleksi populasi, penggabungan karakter yang diinginkan melalui persilangan, perluasan variasi genetik melalui mutasi (bila karakter yang diinginkan tidak ada di alam), atau penyisipan gen untuk memproduksi tanaman transgenik. Langkah-langkah pemuliaan tersebut dapat ditempuh melalui persilangan konvensional maupun modern.
Pemuliaan tanaman secara konvensional telah menghasilkan banyak sekali varietas-varietas unggul, namun juga menghadapi berbagai kendala seperti waktu produksi yang panjang, adanya inkompatibilitas yang sering menyebabkan kegagalan persilangan serta adanya mekanisme dari tanaman sendiri (umumnya pada Angiospermae) untuk mencegah terjadinya self-pollination.

Kendala dalam persilangan
Kendala yang sering dihadapi dalam persilangan dalam pemindahan pollen viable dari satu induk ke stigma lain penerima tidak selalu dapat membentuk biji, antara lain disebabkan:
1. Sebelum pembuahan atau sebelum pembentukan zigot (prefertilization atau prezygotic)
a. Incompatibility antara serbuk sari dengan putik sehingga menghambat terjadinya pembuahan
b. Terhambatnya perkecambahan pollen atau tabung pollen gagal mencapai ovul yang disebabkan stylus terlalu panjang atau pertumbuhan tabung pollen yang terlalu pelan sehingga tabung pollen baru mencapai dasar stylus sebelum bengkak (abcises)
c. Tabung pollen pecah di dalam stylus
d. Biochemical incompatibility, yaitu tangkai putik mengeluarkan senyawa kimia tertentu sehingga pollen yang telah berkecambah tadi tidak bisa menembus tangkai putik (stylus) sehingga perkembangan tabung pollen terhenti sampai stylus
e. Pertumbuhan tabung serbuk sari hanya mencapai microphyl.
2. Setelah terjadi pembuahan (post fertilization)
a. Terjadi fusi pada inti-inti gametnya sehingga mencegah pembuahan
b. Pembuahan terjadi tetapi embrio hibrid gagal berkembang hingga masak disebabkan adanya ketidaksesuaian antara embrio-endosperm atau pertumbuhan endosperm sangat miskin
c. Setelah terjadi pembuahan, perkembangan embryo terhambat
d. Tidak terbentuk endosperm yang memadai
e. Biji yang terbentuk terganggu proses penuaannya
f. Biji yang dihasilkan viabilitasnya rendah (menghambat perkecambahan)
Kendala-kendala di atas seringkali menyebabkan kegagalan produksi hibrida. Kendala yang terjadi setelah pembuahan dapat diatasi dengan perkecambahan embrio (embryo culture dan embryo rescue) sedangkan kendala sebelum pembuahan dapat diatasi dengan salah satu teknik kultur jaringan yaitu Invitro pollination atau pembuahan secara invitro



C.     Pembuahan Invitro
pembuahan ini dilakukan untuk mengatasi dua macam inkompatibilitas, yaitu :
·         Inkompatibilitas yang disebabkan oleh silangan antar spesies atau antar genera. Untuk silangan antar genera lebih baik dengan fusi protoplast.
·         Inkompatibilitas yang disebabkan kegaggalan untuk menyerbuk sendiri bagi tanaman yang secara alamiah hanya dapat menyerbuk silang. Tujuan utama adalah untuk mendapatkan segregan yang baru.
Selain untuk mengatasi inkompatibilitas, pembuahan tabung dipergunakan mengekstrak haploid secara partogenesis. Contoh pada penyilangan Hoerdeum vulgar x H. bulbosum. Dan Himulus lutens x Terenia Fournieri (pierek, 1978)

D.    Prosedur Pembuahan Invitro
Prosedur pembuahan invitro pada Tembakau (Nicotiana tabaccum) adalah sebagai berikut:
1.      Pengumpulan pollen
2.      Pengujian viabilitas pollen
3.      Pembuahan in-vitro, ada dua teknik yaitu:
a.       Stigma fertilization
b.      Placenta fertilization

1. Pengumpulan/koleksi pollen (serbuk sari)
Tahapan pertumbuhan pollen sangat menentukan keberhasilan pembuahan, oleh karena itu harus dipilih benang sari yang telah berkembang penuh dan siap membuka (sesaat sebelum pollen disebarkan oleh benang sari). Benang sari ini disterilkan lalu didalam laminar air flow pollen tersebut dikumpulkan ke atas gelas mikroskop.

2.      Test viabilitas pollen
Viabilitas pollen dapat diukur dengan cara menguji sebagian kecil pollen yang telah dikumpulkan. Caranya adalah mengkulturkan/ mengecambahkan pollen tadi ke dalam media yang mengandung sucrose (10%), boric acid (0,01%), CaCl2.2H2O dan agar (0,75%). Obseervasi dilakukan dibawah mikroskop terhadap perkecambahan pollen.
3.      Penyerbukan invitro
Secara terminologi penyerbukan invitro dibedakan menjadi 3 metode, yaitu:
a)      Penyerbukan kepala putik (stigma pollination)
Yaitu teknik penyerbukan dengan cara menaburkan serbuk sari langsung ke atas tangkai putik (stylus) dengan cara terlebih dahulu memotong kepala putiknya (stigma). Putik yang tidak memiliki stigma ini terlebih dahulu dikulturkan dalam botol kultur dengan media yang sesuai.
b)      Penyerbukan plasenta (placental pollination)
Yaitu teknik penyerbukan dengan cara menaburkan serbuk sari (pollen) langsung ke atas placenta (tali pusat) yang terdapat dalam badan buah (ovule) dengan cara terlebih dahulu memotong badan buah pada pistil sampai ovule sehingga placentanya terlihat, bagian ini dikulturkan dalam botol kultur baru kemudian dilakukan penyerbukan dengan meletakkan pollen langsung di atas placenta.
c)      Penyerbukan bakal biji (ovular pollination)
Yaitu penyerbukan secara artifisial dengan cara menaburkan pollen langsung pada bakal biji (ovule) dengan cara mengeluarkan ovule dari ovarium (bakal buah) terlebih dahulu.

Keberhasilan dari teknik polinasi invitro sangat tergantung pada:
1.      Eksplan butir pollen dan ovul pada fase perkembangan yang tepat
2.      Pemilihan media yang tepat yang dapat memacu perkecambahan tabung pollen dan perkecambahan embrio.
Beberapa aspek biologi pembungaan harus dikuasai, seperti:
1.      Anthesis
2.      Dehiscence anther
3.      Polinasi
4.      Perkecambahan pollen
5.      Pertumbuhan tabung pollen
6.      Penetrasi ovul
7.      Fertilisasi
8.      Perkembangan embrio dan endosperm.

E.     Aplikasi Fertilisasi Invitro
Teknik ini mempunyai manfaat untuk pemuliaan tanaman, antara lain seperti:
1.      Produksi hibrid dari hasil silangan antar spesies, antar genera, antar
familia, ordo, classis ataupun divisio
2.      Induksi tanaman haploid yang dapat dihasilkan dengan cara: polinasi
tertunda, hibridisasi berjarak (hibrid antar spesies yang berbeda), polinasi
dengan pollen abortif atau pollen yang telah diradiasi dan induksi haploid
pada ovary dengan perlakuan fisik atau kimiawi
3.      Mengatasi ketidaksesuaian sexual self
4.      Untuk mempelajari fisiologi pollen dan fertilisasi.
Hal-hal yang mendukung keberhasilan fertilisasi invitro untuk
menghasilkan biji yang viable, antara lain adalah:
a.       Umur eksplan terutama ovul
b.      Perkecambahan pollen cukup
c.       Tabung pollen dan gametogenesis pada pertumbuhan yang tepat
d.      Tabung pollen dapat masuk ke dalam ovul
e.       Derajat fertilisasi
f.       Penambahan casein hydrolysate 500 mg/l pada beberapa kasus dapat memacu pembentukan biji yang viable.



KESIMPULAN

pembuahan ini dilakukan untuk mengatasi dua macam inkompatibilitas, yaitu :
·         Inkompatibilitas yang disebabkan oleh silangan antar spesies atau antar genera. Untuk silangan antar genera lebih baik dengan fusi protoplast.
·         Inkompatibilitas yang disebabkan kegaggalan untuk menyerbuk sendiri bagi tanaman yang secara alamiah hanya dapat menyerbuk silang. Tujuan utama adalah untuk mendapatkan segregan yang baru.
·         Selain untuk mengatasi inkompatibilitas, pembuahan tabung dipergunakan mengekstrak haploid secara partogenesis. Contoh pada penyilangan Hoerdeum vulgar x H. bulbosum. Dan Himulus lutens x Terenia Fournieri (pierek, 1978)
·         Prosedur pembuahan invitro pada Nicotiana tabaccum adalah Pengumpulan pollen, Pengujian viabilitas pollen, Penyerbukan in-vitro.


DAFTAR PUSTAKA
Jurnal Studi Perkecambahan Polen Pepaya Secara In Vitro, oleh Cenra Intan Hartuti Tuharea. Institut Pertanian Bogor.2009
Burke, J. J, J. Velten and M. J. Oliver. 2004. In vitro analysis of cotton pollen germination. Agron. J. 96:359-368.
Buyyukkartal, H. N. 2003. In vitro pollen germination and pollen tube characteristics in tetraploid Red Clover (Trifolium pratense L.). Turk. J. Bot. 27:57-61.
http://adhekpeicesh14.blogspot.com/2010/12/pembudidayaan-tanaman-dengan-teknik.html

PROPOSAL KEWIRAUSAHAAN
“Pengembangan Bisnis Waralaba (ES POCONG)Minuman sebagai Alternatif Usaha yang Mudah dan Menguntungkan”


OLEH
KELOMPOK 10
                             PADHILA SARI                        D1A009005
                             ANIS FAIDA                           D1A009039
                             RIZKA AMALIA                       D1A009033
                             ALMER RAYANDA AKBAR        D1A009009
                             JEZKI PARAMADONI              D1A009017

AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2011




“Pengembangan Bisnis Waralaba (ES POCONG) Minuman sebagai Alternatif Usaha yang Mudah dan Menguntungkan”

A.   Latar belakang

Berawal dari Keinginan untuk berwirausaha dengan memaanfaatkan sumber daya yang telah ada dan melihat pasar yang bersifat konstan maka kami mencoba untuk memulai bisnis waralaba dengan memanfaatkan pasar yang sebagian besar adalah Mahasiswa Universitas Jambi.

Usaha yang kami lakukan adalah usaha bersama dengan mempertimbangkan modal yang dapat disokong bersama, dengan sistem pembagian keuntungan yang setara atau adil. Perimbangan yang kami ambil dalam bentuk usaha berjualan es ini karena suhu tropis daerah jambi yang terhitung cukup panas pada siang hari, sehingga es akan selalu dicari dalam menghilangkan rasa dahaga.

Es yang kami buat dengan mempertimbangkan kebutuhan mahasiswa yang sering menggunakan prinsip murah enak dan kenyang, maka kami berusaha untuk menghadirkan produk tersebut dalam bentuk es siap saji yang murah enak dan mengenyangkan. Dalam “pengembangan bisnis waralaba es pocong ini awal mulanya sebagai alternatif usaha yang mudah dan menguntungkan”. Tahap awal mulanya dalam mengembangkan bisnis ini adalah adanya rasa ingin memanfaatkan sumber daya yang ada.

Selain mendapatkan pengalaman dalam berwirausaha juga mendapatkan keuntungan. Pemasaran dilakukan dengan pendirian stan yang telah disediakan kemudian untuk meningkatkan daya tarik dari konsumen ditambahkan adanya banner pada stan. Perencanaan dalam pendirian stan dilakukan dengan memulai pendirian pada daerah dengan jumlah penduduk paling banyak, pada pusat keramaian dan tempat-tempat yang strategis. Dengan demikian dapat mempermudah mengenalkan produk yang kita produksi.

Jika penjualan ditempat yang strategis sudah dikenal maka akan lebih mudah untuk menjual ditempat yang mempunyai peluang lebih kecil, dengan asumsi produk adalah bagian dari produk yang sudah dikenal (tempat strategis). Sebelum melakukan proses pemasaran dilakukan adanya perencanaan produksi pada suatu produk. Dalam produk tersebut harus ada keunggulan yang dapat dibanggakan dan menjadi tonjolan dari produk itu, baik dari segi kualitas maupun kuantitas (rasa, nutrisi, penampilan, dan kemasan).Suatu produk harus dibuat semenarik mungkin agar dapat meningkatkan daya tarik dari konsumen.

Pada perencanaan pembuatan suatu produk harus difikirkan adanya modal awal dalam sebelum dilakukan proses produksi. Hal ini dilakukan dengan investasi dari beberapa investor. Pembagian keuntungan dari hasil penjualan dilakukan dengan membagi hasil penjualan pada tiap investor diamana investor yang terbesar maka akan mendapatkan laba terbanyak.

B.    Peluang dan Tawaran

Peluang yang dimiliki cukup besar karena es merupakan salah satu dari bagian kebutuhan pokok yaitu pangan (minuman) yang mendesak dan terus dibutuhkan setiap hari. Mengingat juga kebutuhan mahasiswa yang menginginkan makanan yang cepat maka minuman siap saji berupa es cukup diminati.

Sebagaian besar masyarakat Indonesia menyukai berbagai minuman dingin. Terutama di Jambi yang termasuk kota tropis. Minuman menyegarkan sangat berpeluang di daerah Jambi. Disini, kita menciptakan suatu produk minuman yang berpotensi mengenyangkan dan menyegarkan. Selain itu, minuman ini sangat bergizi dan memberikan rasa mengenyangkan sekaligus menyegarkan. Sangat cocok untuk didaerah tropis, khususnya di daerah kota Jambi. Di dalam produk kita, terdapat beberapa bahan yang mengandung banyak karbohidrat dan mineral lainnya yang dibutuhkan tubuh.

Pada umumnya masyarakat hanya dapat memproduksi minuman yang hanya dapat menyegarkan, tetapi tidak mengenyangkan. Minuman yang menyegarkan, hanya dapat memberi sensasi kenyang hanya sesaat. Karena, sebagian besar minuman mengandung banyak air daripada isi dari minuman tersebut. Hal tersebut sangat disayangkan, karena peluang usaha di daerah Jambi sangat besar, terutama usaha di bidang minuman dan makanan.

Jambi merupakan salah satu Kota pendidikan di Daerah Sumatera,   berkembang. Berdasarkan data yang didapat setiap tahun rata – rata Mahasiswa baru di Universitas jambi bertambah 4273 yang berasal dari seluruh pelosok negeri yang diterima melalui jalur SPMB, PMDK, dan Gelombang I dan II. Secara tidak langsung akan turut berperan dalam roda pereekonomian daerah. Secara Mendasar Kebutuhan dasar Manusia mencakup 3 hal yaitu sandang (Pakaian) Pangan (Makanandan Minuman) dan Papan (Rumah). Kebutuhan – kebutuhan akan 3 hal tersebut tidak dapat ditangguhkan, dari kebutuhan dasar yang paling mendesak dan harus segera dipenuhi adalah pangan (makanan dan minuman).

Untuk memenuhi kebutuhan pangan maka bisnis waralaba adalah bisnis yang sangat mudah dan menguntungkan, dengan alasan tersebut diatas bisnis waralaba sangat diminati oleh penduduk lokal jambi dan berlomba–lomba untuk menghidangkan dengan cita rasa yang memuaskan dan mudah didapatkan. Jambi juga merupakan daerah yang bersuhu tropis dengan kisaran suhu 23-31 derajat celcius. yang terhitung agak panas sehingga penjualan minuman dingin (es) merupakan bisnis waralaba yang dapat ditekuni dan cukup menjanjikan dari segi pasar. Untuk mendapatkan modal usaha ini, kami menawarkan kepada investor untuk menanamkan modal. Disini, kita menawarkan bagi hasil kepada investor yang menanam modal tersebut. Bagi hasil tergantung pada jumlah investasi yang ditanam dari target biaya yang dibutuhkan.
 
C.      Produk dan jasa

Produk yang kami tawarkan berupa minuman dingin siap saji dengan nama “es Pocong”  produk yang kami tawarkan terdiri dari komposisi sebagai berikut :

·         Jenang Sum–sum : merupakan jenang yang dibuat dengan komposisi air sebagai pelarut, dengan tepung beras, santan untuk membuat gurih. Mula–mula didihkan air dalam panci sebanyak 750 ml untuk tiap 1 kg tepung beras, setelah adonan sedikit mengental masukkan 100 ml santan kemudian aduk rata selama 2 menit dalam api sedang.
·         Pisang Rebus : Pisang yang kita Gunakan adalah Pisang yang masak tetapi tidak over ripening yang kemudian direbus dalam air mendidih selama 5 menit.Potong–Potong dalam bentuk bulat.
·      Agar–agar : Agar–agar merupakan makanan berserat, sistem penyajiannya dengan mncampurkan 1 sachet dengan 750 ml air dengan 250 gram gula pasir padaair mendidih. Setelahnya ditriskan dalam loyang dan dipotong sesuai keinginan.
·         Gempol : makanan yang berbentuk bulat yang dibuat dengan adonan tepung beras, tepung ketan, tepung tapioka, dicampur dengan air dengan perbandingan ½ kgtepung beras, ¼ kg tepung ketan, dan 1/8 tepung tapioka dan air 200 ml. Kemudian dibentuk bulat ditengahnya diberi gula merah dan dikukus selama 10 menit Gula Pemanis : dibuat dari pelarutan gula dengan perbandingan 3 liter air dengan 2 kg gula dan penggunaan
·      Es batu : air yang dikristalkan pada suhu 0 derajat Celcius.

Penyajian :
1. Masukkan Jenang Sum – sum sebanya 1 ½ sendok makan
2. Masukkan 3 – 5 Potongan Pisang rebus
3. Masukkan 1 sendok Agar – agar 
4 Masukkan es batu
6. masukkan “Gempol”
7. Siram dengan Pemanis
8. Tambahkan Susu kental manis untuk menambah cita rasa gurih.

Keunggulan Produk yang kami tawarkan adalah minuman yang menyegarkan sekaligus cukup mengenyangkan, karena tepung beras yang masih mengandung amilosa tinggi dan amilopektin dari tepung ketan merupakan senyawa yang dapatdirombak menjadi gula sederhana dalam tubuh sebagai sumber energi yang berfungsi sebagai makanan pokok dalam sekala kecil.

 Pisang merupakan makanan dengan Kandungan kalium yang cukup banyak terdapat dalam buah ini mampu menurunkan tekanan darah, menjaga kesehatan jantung, dan memperlancar pengiriman oksigen keotak. Pemansan singkat / perebusan dimaksudkan untuk tidak membuang banyak kalium dan membunuh bakteri pathogen.

Dengan keunggulan diatas makadiperkirakan produk dapat diminati sebagai minuman yang menyegarkan dan dapat menunda lapar. Sedangkan sebagian besar Minuman yang dihidangkan adalah minuman  dengan sensasi dingin dan kandungan vitamin dari buah – buahan. Sedangkan buah–buahan tidak dapat mengenyangkan dalam jumlah kecil.

Produk yang kami tawarkan berupa es dengan nama “es pocong” dengan komposisi jenang sum – sum yang terbuat dari tepung beras sehingga dapat memberikan rasa yang cukup mengenyangkan.
Pisang kukus yang mengandung Kandungan kalium yang cukup banyak terdapat dalam buah ini mampu menurunkan tekanan darah, menjaga kesehatan jantung, dan memperlancar pengiriman oksigen keotak.
Agar–agar merupakan bahan makanan yang mengandung serat dapat membantu pencernaan. Dan yang kami ciri khaskan adalah “gempol” sejenis makanan yang berbentuk bulat berciri seperti kelepon namun bertekstur agak keras dengan kandungan tepung ketan, tepung beras, tepung tapioka dan gula merah. Selanjutnya adalah gula dan ditambahkan es.
Bisnis Waralaba ini akan dilakukan dengan konsep Investasi dan Pembagian Hasil yang disesuaikan dengan Investasi dari dana awal yang diharapkan. Proses Usaha yang dilakukan diwujudkan dalam langkah – langkah sebagai berikut :

1.Dana awal untuk stand yang akan didirikan berupa gerobak motor
2.Biaya Peralatan untuk memasak Bahan
3.Biaya Produksi
Bisnis waralaba adalah bisnis yang menjanjikan dengan modal yang sangat minim, karena kita hanya membutuhkan semi permanen yang dapat digunakan berulang kali dan barang yang kita perjualbelikann meliputi minuman yang selalu dibutuhkan oleh masyarakat atau pasar. Pengelolaan dalam bisnis ini hanya membutuhkan inovasi dalam rasa dan tempat yang strategis untuk memperluas pasar.
Standart mutu dalam rasa dan kemasan akan meningkatkan nilai jual dan membuat rasa kepercayaan dalam masyarakat. Bisnis minuman ini selain mudah dalam penyajian juga tidak menghasilkan banyak sampah dan mudah dibawa karena terkemas secara baik dan ringkas.
Harga yang ditawarkan terhitung murah dengan tingkat keuntungan 100 % dalam tiap satuan produk yang ditawarkan. Usaha ini dijalankan dengan menentukan daerah yang strategis yang akan kita tempatkan gerobak motor, jam buka dimulai dari jam 9.00 – 15.00. Pemasakan bahan diserahkan kepada orang yang dipercaya dengan biaya produksi yang telah ditentukan. Perhitungan keuangan dilakukan dari tiap gelas yang kita jual, misalkan 1 gelas seharga Rp 2500. Maka uang yang harus diterima jika 25 gelas didapat dengan mengalikan tiap satuan gelas. Hasil bersih adalah hasil yang didapat dari keuntungan keseluruhan dikurangi biaya produksi dan biaya pekerja. Hasil bersih dalam satu bulan dibagi dengan prosentase yang telah disepakati pada tiap investor.
D.     Analisa Kondisi/ Analisis Pasar

Umunya usaha minuman yang terdapat di pasaran Jambi hanya berisi buah dan kelapa muda saja. Sehingga, produksi minuman yang ada sebagaian besar hanya dapat menyegarkan konsumen, tetapi tidak mengenyangkan. Walaupun di pasaran sudah banyak variasi minuman, tetapi disini kita menyediakan minuman yang menggabungkan antara buah pisang dan bubur sumsum di dalam produk minuman tersebut.

Karena kami melihat di pasaran belum ada minuman yang menyegarkan sekaligus mengenyangkan, maka kami mempunyai inisiatif untuk membuat minuman yang sekaligus dapat dijadikan makanan ringan yang bergizi. Sehingga konsumen tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli makanan ringan. Hanya denganminuman ini, konsumen mendapatkan produk 2 in 1 yang bergizi tinggi. Dengan harga yang terjangkau, yaitu seharga Rp.2.500 konsumen dapat merasakan minuman yang enak sekaligus mengeyangkan. Produk ini sangat berpeluang di pasaran Jambi, karena produk ini pertama yang ada di Jambi.

E.    Formulasi Strategi

Rencana Pemasaran pada produk kami dilakukan dengan mengatur strategi pada produk, pemasaran dan strategi pembiayaan dengan menentukan harga jual, pemasaran produk, sasaran pengguna produk, pelaksanaan usaha. Karena kami melihat di pasaran belum ada minuman yang menyegarkan sekaligus mengenyangkan, maka kami mempunyai inisiatif untuk membuat minuman yang sekaligus dapat dijadikan makanan ringan yang bergizi. Sehingga konsumen tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli makanan ringan.

Rencana Pemasaran pada produk kami dilakukan dengan mengatur strategi pada produk, pemasaran dan strategi pembiayaan dengan menentukan harga jual, pemasaran produk, sasaran pengguna produk, pelaksanaan usaha.

a. Penentuan Harga Jual

Dalam hal ini penentuan harga jual ditentukan oleh besarnya biaya produksi dari masing-masing es yang diproduksi. Harga jual untuk per bungkusnya, misalkan 1 gelas seharga Rp 2.500. Maka uang yang harus diterima jika 25 gelas didapat dengan mengalikan tiap satuan gelas.



b.     Pemasaran Produk

Pemasaran dilakukan dengan pendirian stan yang telah disediakan kemudian untuk meningkatkan daya tarik dari konsumen ditambahkan adanya banner pada stan.Perencanaan dalam pendirian stan dilakukan dengan memulai pendirian pada daerah dengan jumlah penduduk paling banyak, pada pusat keramaian dan tempat-tempatyang strategis. Dengan demikian dapat mempermudah mengenalkan produk yang kita produksi.

c.     Sasaran Pengguna Produk
Sasaran pengguna produk yaitu pelajar,    mahasiswa,dan kalangan masyarakat umum.

4. Pelaksanaan Usaha

Usaha ini dimulai setelah memiliki tempat usaha. Agar pelaksanaan usaha dapat berjalan lancar, maka pelaksanaannya dilakukan secara fungsional. Apabila dari masing-masing pengusul menghendaki untuk bekerja maka akan mendapatkan keuntungan yang lebih.

5. Penyusunan Laporan

Setelah program berjalan dan mendekati batas waktu untuk pengiriman laporan, maka akan disusun laporan sebagai bentuk pertanggung jawaban terhadap dana yang digunakan dalam pelaksanaan usaha.

F.    Finansial Plan

No
Modal
Satuan
Qty
Total
1
Gerobak
Rp. 500.000
1
Rp. 500.000
2
Baner
Rp. 30.000
1
Rp. 30.000
3
Toples
Rp. 10.000
5
Rp. 50.000
4
Dandang
Rp. 20.000
1
Rp. 20.000
5
Gula
Rp. 10.000
2
Rp. 20.000
6
Gelas (cup)
Rp. 12.000
1
Rp. 12.000
7
Pisang
Rp. 5.000
1
Rp. 5.000
8
Agar-agar
Rp. 2.000
3
Rp. 6.000
9
Tepung Beras
Rp. 10.000
1
Rp. 10.000
10
Tepung Ketan
Rp. 6.000
1
Rp. 6.000
11
Tepung Tapioka
Rp. 3.000
1
Rp. 3.000
12
Santan
Rp. 2.000
1
Rp. 2.000
13
Es batu
Rp. 500
8
Rp. 4.000
14
Gula merah
Rp. 2.000
1
Rp. 2.000
15
Susu kental
Rp. 8.000
2
Rp. 16.000
16
Sendok
Rp. 9.000
1
Rp. 9.000
17
Plastik
Rp. 5.000
1
Rp. 5.000
Jumlah
Rp. 700.000

  Biaya Operasioanal perhari

No
Modal
Satuan
Qty
Total (Rp)
1
Gula
Rp. 10.000
2
Rp. 20.000
2
Gelas (cup)
Rp. 12.000
1
Rp. 12.000
3
Pisang
Rp. 5.000
1
Rp. 5.000
4
Agar-agar
Rp. 2.000
3
Rp. 6.000
5
Tepung Beras
Rp. 10.000
1
Rp. 10.000
6
Tepung Ketan
Rp. 6.000
1
Rp. 6.000
7
Tepung Tapioka
Rp. 3.000
1
Rp. 3.000
8
Santan
Rp. 2.000
1
Rp. 2.000
9
Es batu
Rp. 500
8
Rp. 4.000
10
Gula merah
Rp. 2.000
1
Rp. 2.000
11
Susu kental
Rp. 8.000
2
Rp. 16.000
12
Sendok
Rp. 9.000
1
Rp. 9.000
13
Plastik
Rp. 5.000
1
Rp. 5.000
Jumlah
Rp. 100.000

Adapun perkiraan pengeluaran pertahun dengan asumsi :
Harga Produksi / hari
Produksi/ hari
Jumlah hari/ bulan
Jumlah bulan
Jumlah hari/ tahun
Jumlah
Rp. 100.000
1x
30
12
360
Rp.36.000.000

Adapun perkiraan pendapatan perhari pertahun dengan asumsi :
Harga / bungkus
Penjualan / hari
( cup/ gelas )
Pendapatan / hari
Jumlah bulan
Jumlah hari/ tahun
Jumlah
Rp. 2.500
80
200.000
30
12
Rp.72.000.000

G.   Analisa Resiko

Pembuatan es pocong ini akan mendapatkan keuntungan yang lebih apabila dalam kondisi cuaca yang panas. Apabila cuaca tidak mendukung dari awal pembukaan stand maka penjual harus siap-siap dan waspada akan terjadinya kerugian, karena laku atau tidaknya produk sangat ditentukan oleh kondisi lingkungan. Penjual harus pandai dalam memperkirakan kondisi dan cuaca agar dapat meminimalisis terjadinya kerugian ketika cuaca dalam keadaan kurang mendukung.